ppsSeorang Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Dinas Pertanian Grobogan mempelopori budidaya bawang merah di Desa Plosrejo, Kecamatan Tawangharjo. Upaya yang dilakukan PPS bernama Slamet Haryono itu tidak sekedar berupa ajakan tetapi langsung memberikan contoh nyata dengan menaman bawang merah diareal sawahnya.

Sawah yang ditanami barang merah luasnya 0,25 hektar. Lokasinya berada di Dusun Jetak, Desa Plosorejo. Saat ini, benih bawang merah mulai ditanam dilahan dengan melibatkan 10 orang pekerja.

Budidaya bawang merah ini adalah kali kedua yang dilakukan bapak dua orang anak tersebut. Tahun lalu, Slamet sudah mencoba membudidayakan bawang merah untuk pertama kalinya.

“Pada edisi pertama, hasilnya sangat menguntungkan. Oleh sebab itu, tahun ini saya mencoba menanam bawang merah lagi,” kata pria berusia 50 tahun itu.

Budidaya bawang merah yang dilakukan Slamet tidak semata-mata untuk mencari keuntungan. Namun, usaha itu juga dilakukan untuk memberikan pembelajaran pada petani di Plosorejo mengenai cara budidaya bawang merah. Soalnya, sejauh ini, baru Slamet saja yang berani mencoba membudidayakan bawang merah.

Ada beberapa faktor yang membuat petani di Desa Plosorejo belum berani menaman bawang merah. Antara lain adalah masalah biaya yang angkanya cukup besar.

Sebagai gambaran, untuk menaman bawang merah pada lahan seluas 0,25 hektar butuh benih sebanyak 250 kg. Harga benih per kg sekitar Rp 23 ribu. Total biaya untuk penyiapan benih sekitar Rp 5,7 juta.

Selain benih, masih ada komponen biaya lainnya. Yakni, biaya tenaga kerja untuk penyiapan lahan, penamanan dan perawatan. Kemudian, biaya lainnya untuk pembelian obat-obatan.

“Biaya untuk budidaya bawang merah ini memang cukup besar dan ini sering jadi kendala bagi petani. Untuk itu, saya mencoba memberikan pembelajaran supaya petani paham cara budidaya dan hasil yang didapat dari bawang merah ini,” jelas PPS yang sudah bertugas sekitar tiga tahun itu.(Agung.N)

**Joomla! Debug Console**

**Session**

**Profile Information**

**Memory Usage**

**Database Queries**

**Parsing errors in language files**

**Language Files Loaded**

**Untranslated Strings**