gapoktan tarubUpaya yang dilakukan Wartiyo AA selaku Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) dalam memberikan bimbingan dan menambah pengetahuan petani di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo tidak hanya dilakukan dengan hanya lewat penyuluhan saja. Tetapi, upaya lainnya juga dilakukan dengan mencoba membudidayakan tomat yang merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura.

Ujicoba budidaya tomat dilakukan pada laha miliknya seluas ¼ bahu. Sebelumnya, lahan tersebut dipakai untuk menanam kedelai.

Tomat yang di budidayakan adalah varietas nya Fortuna dan Kinanthi. Saat ini, tomat varietas kinanthi sudah dipanen sebanyak 3 kali dengan hasil yang didapat sekitar 1 ton. Untuk tomat varietas fortuna baru minggu depan bisa dipanen.

“Harga tomat saat ini sekitar Rp 3.500/kg. Hasil budidaya tomat ini cukup menguntungkan dan saya rencananya akan menanam pada lahan yang lebih luas lagi,” kata Wartiyo yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan Tarub Raharjo Desa Tarub itu.

Menurutnya, soal pemasaran tidak jadi kendala. Hasil panen tomat selalu di ambil pedagang dari Desa Tarub yang selanjutnya dijual pasar tradisional di Tawangharjo. Selain itu, ada pula warga sekitar yang membeli untuk kebutuhan sendiri.

Dalam ujicoba budidaya tomat ini, Wartiyo mengaku tidak mengalami hambatan. Sejak awal tanam hingga menjelang panen, praktis tidak ada serangan hama pada tanaman. Komoditas tomat ini rata-rata umur panen nya sekitar 60-90 hari.

“Dalam budidaya tomat ini salah satu kuncinya adalah butuh ketekunan dan kesabaran. Terlebih pada saat tomat keluar primordia buah. Soalnya,pada fase ini sangat rentan terhadap serangan lalat buah,” jelasnya.

Wartiyo mengaku, ujicoba budidaya tomat yang dilakukan tidak semata-mata untuk menambah penghasilan. Tetapi, upaya itu dilakukan sebagai upaya mengenalkan budidaya tomat pada anggota Gapoktan.

“Selama ini, petani di Desa Tarub belum familiar dengan budidaya tomat. Dengan adanya lahan ujicoba ini setidaknya bisa dijadikan sarana pembelajaran langsung,” katanya.

Supaya hasilnya lebih maksimal, ia berharap kedepannya ada pelatihan lebih lanjut dari Dinas Pertanian Grobogan. Khususnya, untuk penanganan pasca panen tanaman hortikultura, seperti tomat, timun, dan jenis lainnya. (Budi Agung)

**Joomla! Debug Console**

**Session**

**Profile Information**

**Memory Usage**

**Database Queries**

**Parsing errors in language files**

**Language Files Loaded**

**Untranslated Strings**