antisipasi 1Rona keceriaan terlihat dari anggota Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Grobogan. Hal ini seiring adanya penyerahan bantuan mesin pompa air dari Ditjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian yang dilangsungkan di rumah Kades Rowosari Markin pada hari
Sabtu (14/7/2018). Bantuan pompa air ini diserahkan oleh Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto didampingi Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto.

Acara penyerahan bantuan juga dihadiri Kabid Penyuluhan Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Grobogan Latifawati beserta staf dan Kades Rowosari Markin beserta anggota Kelompok Tani Sri Rejeki.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dalam sambutannya berharap agar bantuan pompa air yang diberikan ini dapat membuat petani bertambah semangat dalam menggarap lahan pertanian yang dimiliki. Sebab, pompa air tersebut akan memudahkan petani dalam mengairi areal sawahnya.

Agus menjelaskan bahwa selama ini masalah air memang menjadi salah satu hambatan sebagian petani di Desa Rowosari. Dimana, mereka tidak bisa melakukan penananam lebih awal karena lahan sawah sulit mendapat pasokan air. Dengan kondisi ini, petani akhirnya melakukan penanaman menjelang akhir musim yang sangat beresiko gagal panen karena sawahnya kebanjiran.

“Adanya bantuan pompa ini, petani nantinya bisa mengairi sawah dari air sungai KB 15 atau yang sering disebut “Kali Buangan”. Dengan adanya air maka petani bisa melakukan penamanan lebih awal, sekitar bulan September. Kalau bisa tanam awal maka kemungkinan gagal panen bisa diminimalkan,” Agus menambahkan.

Menurut Agus lagi, dengan adanya bantuan peralatan ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan produksi hasil pertanian petani di Desa Rowosari. Agus berpesan kepada petani agar bantuan pompa air ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

antisipasi 2Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto dalam pengarahannya meminta petani agar aktif menjalin komunikasi dengan Penyuluh Pertanian yang ada di wilayah tersebut. Dengan demikian dapat diketahui apa yang dibutuhkan dan perlu dilakukan untuk menangani kendala yang dialami petani. Edhie juga mengajak petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari pemerintah untuk mengurangi kerugian akibat gagal panen.

Dalam kesempatan itu, Edhie berjanji akan memberikan bantuan benih jika petani melakukan percepatan tanam pada bulan September nanti. ”Saya sangat senang melihat petani yang begitu bersemangat untuk maju. Saya berjanji akan memberikan bantuan benih padi jika ada percepatan tanam bulan September,” katanya.

Sementara itu Kades Rowosari Markin mengucapkan terima kasih atas bantuan pompa air bagi petani di desanya. Dengan adanya bantuan pompa maka kesempatan melakukan penanaman lebih awal menjadi terbuka. Petani di Desa Rowosari biasanya melakukan pola tanam dua kali dalam satu tahun karena kondisi lahan pertanian termasuk kategori rawan banjir.

“Adanya pompa air ini nantinya bisa mengairi areal sekitar 42 hektar yang selama ini rentan gagal panen akibat banjir,” Markin menekankan. (IP)

**Joomla! Debug Console**

**Session**

**Profile Information**

**Memory Usage**

**Database Queries**

**Parsing errors in language files**

**Language Files Loaded**

**Untranslated Strings**