Pemilihan Petani Muda

Pendaftaran :
5 mei 2018 – 17 Agustus 2018
Info Lengkap kunjungi http://www.dutapetanimuda.id/

petani muda 1

Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan

srikandiPenyerahan penghargaan itu sendiri secara langsung oleh Direktur Jendral Tanaman Pangan, Dr.Ir.Sumardjo Gatot Irianto, MS. DAA pada acara Pertemuan Sinkronisasi dan Koordinasi Program Pertanian T.A. 2018, (Selasa,27/2/ 2018) di Hotel Ibis Serpong,Tangerang Selatan.

Perwakilan dari Kabupaten Grobogan yang mendapatkan peghargaan tersebut adalah Muslikah,SP. Salah seorang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dari Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan mendapatkan Penghargaan sebagai pendamping terbaik ke II tingkat nasional dalam pencapaian produsi kedelai tertinggi yaitu 2,3 Ton/Ha.

Muslikah, SP. salah satu srikandi penyuluh wanita yang berasal dari Dusun Jamus, Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan. Selain mengurus kelompok wilayah binaanya, Mbak Mus, demikian panggilannya , juga mendapatkan tugas khusus dalam pelaksanaan Program APBN-P Kedelai Tahun Anggaran 2017 sebagai Pendamping Kedelai di Desa Asemrudung Kecamatan Geyer yang berjarak kurang lebih 50 Km dari rumahnya.Tentu Jarak yang tidak dekat untuk seorang Penyuluh Wanita,dengan medan jalan yang cukup ekstrem . Namun wanita yang sudah memasuki usia 40 Tahun ini, tetap semangat dan optimis dalam menjalankan tugasnya. Komitmen Mbak Mus tidak di ragukan lagi dalam melakukan pendampingan kepada petani di Desa Asemrudung tersebut, mulai dari sosialisasi hingga panen.

Berbagai tips disampaikan kepada petani mulai dari persiapan lahan sampai panen, sebagaimana disampaikan oleh Mbak Mus kepada petani Desa Asemrudung.

“Saya sarankan Petani untuk menggunakan Rhizobium terlebih dahulu pada saat tanam karena tanah lama tidak ditanami kedelai untuk mendapatkan bintil akar yang berguna saat pengisian polong”,kata Muslikah.

Selain itu, Muslikah juga menyarankan Petani agar meminimalisir penggunaan pupuk an Organik untuk tanaman Kedelai, cukup dengan dosis 150kg/ha saja. Dengan Metode tersebut Muslikah berhasil membuat petani yang tergabung dalam Kelompok Tani binaanya memperoleh Produktivitas sebesar 2,3 ton per Hektar (ha).

“Terus tingkatkan produksi Jagung-Kedelai,Kedelai -Sawit,Gunung Kedelai harus tuntas tertanam di Bulan Maret – April Tahun 2018 ini”,pesan Gatot Direktur Jendral Tanaman Pangan untuk membakar semangat para Penyuluh yang hadir saat itu. (IP)

optKomoditi tanaman pangan terutama padi yang merupakan makanan pokok yang penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam kegiatan usahatani, organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor pembatas potensi hasil yang diharapkan.

Penggerek batang merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang menyerang tanaman mulai fase vegetatif hingga fase generatif. Penggerek batang padi yang menyerang pada masa /stadium vegetatif menyebabkan kematian anakan (tiller) muda yang biasa disebut sundep (deadhearts) . Kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang padi pada stadium vegetatif dapat dikompensasi dengan pembentukan anakan baru. Berdasarkan simulasi pada stadium vegetatif, tanaman dapat mengganti kerusakan akibat penggerek batang padi sampai 30%. Serangan pada stadium generatif menyebabkan malai tampak putih dan hampa yang disebut beluk (whiteheads) .Kerugian hasil yang disebabkan gejala beluk berkisar 1-3% atau rata-rata 1.2%.

Untuk mengantisipasi serangan penggerek batang, Kelompok Tani Sidodadi ,Desa Kedungwungu, Kec. Tegowanu, Kab Grobogan melakukan Gerakan Pengendalian pada hari Kamis (25/1) dengan di damping Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat ,Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kec. Tegowanu,Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kec. Tegowanu, dan Babinsa setempat,

Gerakan pengendalikan di laksanakan di hamparan seluas 137 ha yang ditanami padi varietas Ciherang dan situbagendit yang berumur antara 25 – 30 Hst. Gerakan pengendalian ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari petugas POPT Kec. Tegowanu dimana dari hasil pengamatan rutin ditemukan hama Penggerek Batang dengan populasi sekitar 0,6 ekor/rumpun (rpn). Sementara musuh alami yang berada di lokasi pengamatan adalah Paederus sp., Lycosa sp., dan Tyto Alba, serta luas serangan 72 ha dengan intensitas 16,66%. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut maka bahan yang di gunakan pada Gerakan Pengendalian kali ini adalah Sidatan 410 SL ( 15 ltr ). Gerakan pengendalian pada hari selasa (25/1) melibatkan petani sebanyak 25 orang.

“Setelah dilaksanakan gerdal tetap wajib diamati setiap hari, sebab penyebab serangan penggerek batang diantaranya waktu tanam yg kurang memperhatikan puncak masa kawin ngengat, jeda waktu pengolahan dengan masa tanam yg relatif singkat dan Pemupukan unsur N berlebih, pengurangan unsur N dalam pemupukan selanjutnya wajib dilakukan dan kondisikan airnya macak2”,Jelas Nita PPL setempat.

lmdhDalam rangka mendukung swasembada kedelai nasional dan program 100.000 hektar Tanam Kedelai Tahun 2018 di Kabupaten Grobogan, petani yang tergabung dalam Kelompok LMDH Rimba Jaya mulai melakukan tanam kedelai hari ini Rabu (31/1) di desa Bologarang Kecamatan Penawangan.

Kegiatan tanam kedelai ini dihadiri oleh Ketua Tim Teknis Tanam Kedelai 2018 Kecamatan Penawangan Imam Sudigdo, PLT. Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Penawangan Wartono beserta PPL setempat, Danramil Penawangan Busono beserta Babinsa, Kapolsek Penawangan dan Manteri Kedungkadang Hadi.

Sukandar, ketua LMDH Rimba Jaya mengatakan luas lahan anggota kelompoknya mencapai 186 Ha dan target kelompok untuk tanam kedelai tahun 2018 ini seluas 90 Ha. Waktu tanam dilakukan 2 kali, yaitu bulan Februari dan Desember 2018.

“Kelompok Rimba Jaya sempat tanam kedelai tahun 2015 dengan luas tanam 50 Ha dengan hasil sekitar 50 ton. Harga jual kedelai saat itu sangat memuaskan, yaitu Rp. 8.500/Kg. Hal ini dapat memotivasi para petani untuk menanam kedelai kembali, apalagi didukung infrastruktur seperti pompa air untuk menjamin ketersediaan air, ” Sukandar menambahkan.

Program Tanam Kedelai 2018 yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk Jawa Tengah mencapai 500.000 hektar dan ditanam di Kabupaten Grobogan seluas 100.000 hektar.

Kedelai yang ditanam adalah kedelai lokal Varietas Grobogan dengan keunggulan umur tanaman pendek, yaitu 76 hari, ukuran biji besar, berat biji per 100 biji 18 gram dan potensi produksi 3,4 ton hektar. Varietas inilah yang menjadikan Kabupaten Grobogan sebagai sentral penghasil kedelai berkualitas Nasional.
Tahun 2017 Grobogan menjadi daerah penghasil kedelai terbesar di Jawa Tengah dengan kontribusi mencapai 30 persen untuk Jateng, dan 4,9 persen untuk kebutuhan nasional (IP).

bersama mentriMenteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Panen Padi di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan, Selasa (23/1). Hadir pada acara tersebut Bupati Grobogan beserta jajarannya, Aster Kasad (Mayjen TNI Supartodi), Ketua KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha Pusat), Dirjen Tanaman Pangan Kementan (Sumardjo Gatot Irianto), Dirjen Hortikultura (Spudnik Kamijo), Anggota DPD RI (Denty Eka Widi Pratiwi), Dirjen PDN Kemendag RI (Tjahya Widayanti), Kasdam IV/ Diponegoro (Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari), Aster Kasdam IV/Dip (Kol. Inf. Amrin Ibrahim), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Yuni Astuti),Kepala Dinas/Instansi terkait, Muspika Kecamatan Brati, serta petani dan penyuluh pertanian Kabupaten Grobogan sebayak 700 orang.

Hamparan areal padi di Desa Menduran yang di panen seluas 365 ha dengan varietas Ciherang. Provitas padi mencapai 7 – 8 ton / ha dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp. 5.200,- /kg.

Sistem pengairan yang digunakan pada areal ini dengan pompanisasi. Panitia Pompa dan Gapoktan Dewi Makmur Desa Menduran yang diketuai oleh Seno mengkoordinasi pemakaian pompanisasi ini dengan anggota 8 Kelompok Tani di Desa Menduran.

Bupati Grobogan dalam sambutannya menyebutkan bahwa luas panen padi di Kabupaten Grobogan pada bulan Januari 2018 diperkirakan 12.064 ha dengan produksi sebesar 90.842 ton. Sedangkan sasaran panen padi di Kabupaten Grobogan Tahun 2018 mencapai 139.796 ha dan hingga akhir Maret akan tercapai luas panen seluas 121.480 ha atau 87%. Sisanya, 17.956 ha atau 13% dari sasaran panen akan tercapai pada bulan April – September 2018.

“Pada Januari 2018 perkiraan luas panen 12.064 ha dengan produksi 90.842 ton Gabah Kering Giling atau setara dengan 51.789 ton beras. Surplus pada bulan Januari 2018 lebih kurang sebesar 36.143 ton” Sri Sumarni menambahkan.

“Harga gabah saat ini turun. Beberapa waktu lalu, harga gabah panen mencapai Rp 5.700 dan hari ini menjadi Rp 5.000 per kilogram. Ini artinya, gabah panen pada awal tahun ini sudah terserap pasar. Kami juga menghimbau agar beras juga bisa diturunkan Rp 700 per kilogramnya,” jelas Amran Sulaiman dalam sambutannya.

“Banyak kalangan yang meragukan produksi gabah dan beras kita, namun dengan sendirinya sudah gugur. Kita lihat panen melimpah hari ini, satu minggu satu bulan ke depan panen padi kita mencapai dua juta hektar. Seluruh Indonesia produksi beras 5 sampai 6 juta ton dan kebutuhan beras kita perbulan 2,5 juta ton,“ Amran Sulaiman menambahkan.

“Khusus di Jawa Tengah panen tahun ini sangat besar dengan perkiraan 1,8 juta ton tahun sampai 2 juta ton gabah/beras.

Kita syukuri juga sudah dua tahun berturut-turut tidak ada impor beras, yaitu tahun 2016 – 2017. Kita Syukur lagi jagung dulu kita impor 3,6 juta ton setara dengan 12 triliun kita sekarang sudah ekspor dan tidak impor lagi,” imbuh Amran.

Sementara itu, para petani yang hadir dalam dengan tegas meminta agar pemerintah tidak jadi melakukan impor beras. Sebab hal itu akan berdampak pada harga gabah hasil panen. Permintaan petani juga didukung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Dalam sambutannya Sri Sumarni dengan tegas meminta agar tidak ada impor beras karena petani padi sudah masuk panen raya dan puncaknya bulan Maret nanti.

Pada kesempatan ini Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga memberikan bantuan langsung kepada Kelompok Tani yang hadir dalam acara tersebut berupa Combine Harverster dan 2 unit traktor untuk THL – TBPP Kabupaten Grobogan . (IP)

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Twitter Dispetan

Rumah Kedelai Grobogan

Kedelai Grobogan

Galeri Foto

Lokasi Kantor

**Go to top**

**Joomla! Debug Console**

**Session**

**Profile Information**

**Memory Usage**

**Database Queries**