Cabai besar merupakan tanaman dikenal mempunyai banyak serangan hama dan penyakit. Karena banyaknya hama dan penyakit serta besarnya kerugian yang ditimbulkannya, Petani selain mengalami gagal panen, juga harus mengeluarkan biaya pengendalian hama dan penyakit yang sangat tinggi. Di beberapa tempat di Jawa biaya pengendalian hama dan penyakit pada budidaya cabai besar intensif mencapai 30% dari seluruh biaya produksi.

Hama dan penyakit pada tanaman cabai bukanlah sebuah hal yang statis. Hama dan penyakit akan sangat tergantung dari lokasi varietas yang digunakan dan teknik budidaya yang dilakukan. Masalah hama dan penyakit pada cabai merupakan hal yang dinamis. Hama thrips menjadi masalah hama yang paling penting pada hampir di seluruh pertanaman cabai di Indonesia. Demikian juga dengan serangan penyakit virus kuning (virus gemini) yang akhir-akhir ini menjadi hal yang lazim ditemui di beberapa sentra produksi cabai.

Untuk lebih detailnya silahkan Download artikel ini… BIOEKOLOGI HAMA PENYAKIT CABAI

 

Pemilihan Lokasi

Tanaman cabai mempunyai daya adaptasi yang cukup luas, namun demikian beberapa hal perlu memperhatikan lokasi yang tepat, yaitu:

  • Ketinggian optima : 0 – 1.400 dpl
  • Jenis tanah :Jenis tanah ringan – tanah berat
  • PH rekomendasi :5,5 – 6,8
  • pH optimum :6,0 – 7,0
  • Suhu :18 – 27
  • Suhu optimum :22 – 25
  • Curah hujan :600 – 1.250 mm per tahun
  • Kelembapan :60 – 80

PEMILIHAN LOKASI

Pemilihan lokasi dilaksanakan dengan memilih daerah tanam di daerah budidaya sesuai persyaratan tumbuh bawang merah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan dalam proses pertumbuhan dan produksi, serta dapat menghasilkan bawang merah yang optimal standar lokasi budidaya. Standar lokasi persyaratan tumbuh bawnag merah sebagai berikut :

  • Untuk calon lokasi budidaya bawnag merah harus sesuai keadaan agroklimatologi seperti iklim, cuaca, angina,kelembaban, pH tanah (5,5-7) dengan keitinggian tempat sekitar 10 – 800m dpl serta suhu rata – rata + 22o C yang mengandung banyak humus dan bahan organic.
  • Calon lokasi pertanaman dapat diketahuai batas lahan dan sumber air (irigasi dan drainase).

 PEMBENIHAN

Memilih benih varietas hybrid (F1) yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan agroklimat setempat dan memiliki pasar yang jelas.

PEMBIBITAN

Media tanam adalah tanah : pupuk kandang ( 2:1) dimasukkan ke polybag  ( 8cm x 10cm), diletakkan dalam sungkup ( ditempat terbuka dan sirkulasi udaranya baik).
Sungkup terbuat dari rangka bamboo, bentuknya melengkung setengah lingkaran (lebar 1 – 1,25m, tinggi 0,5-0,6m)

Twitter Dispetan

Rumah Kedelai Grobogan

Kedelai Grobogan

Lokasi Kantor

**Go to top**

**Joomla! Debug Console**

**Session**

**Profile Information**

**Memory Usage**

**Database Queries**