PEMBENIHAN

Memilih benih varietas hybrid (F1) yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan agroklimat setempat dan memiliki pasar yang jelas.

PEMBIBITAN

Media tanam adalah tanah : pupuk kandang ( 2:1) dimasukkan ke polybag  ( 8cm x 10cm), diletakkan dalam sungkup ( ditempat terbuka dan sirkulasi udaranya baik).
Sungkup terbuat dari rangka bamboo, bentuknya melengkung setengah lingkaran (lebar 1 – 1,25m, tinggi 0,5-0,6m)

Penyemaian benih , benih direndam air hangat kuku kurang lebih 40oC) dicampur fungisida propamokarb hidroklorida atau benomyl (benlate) selama 4 – 6 jam, ditiriskan, diletakkan di atas Koran basah (36 jam) pada suhu 25 – 30 o C (atau pemanasan lampu pijar jarak 30 cm dari benih.
Benih dipindahkan ke lapangan setelah berumur 10 – 14 hari atau telah memiliki 2 – 3 pasang daun sejati.

PENYIAPAN LAHAN

Lahan dibersihkan dari sisa tanaman/sampah, lalu digemburkan (sedalam 20 – 30 cm), lahan dibiarkan/dikering anginkan (5 – 7 hari), lalu tanah dihaluskan dan dibiarkan 4 – 5 hari. Bedengan dibuat denagn panjang maksimum 15 m, tinggi 30 – 50 cm,lebar bedengan 100 – 120 cm,lebar parit 50 – 60 cm. pada musimhuajn, tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan deres.
Pemberian kapur dengan dosis disesuaikan dengan pH tanah (± 1,5 – 2,5 ton/ha). Pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang ( 20 ton/ha) dan pupuk anorganik ( ZA 250 kg/ha, SP-36 450 kg/ha dan KCL 250 kg/ha) dengan cara disebarkan secara merata, di aduk-aduk ke seluruh bedengan kemudian disiram air sampai basar merata.
Mulsa plastic hitam-perak (lebar 100-125 cm) dipasang saat panas terik matahari agar mulsa memuai sehingga rapat menutup bedengan. Jarak lubang 45 cm x 60 cm atau 50 cm atau 60 cm x 70 cm. kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum tanam.

PENANAMAN DI LAPANGAN

Sehari sebelum pindah tanam, bedengan direndam (dileb) agar bedengan basah atau lubang tanam disiram sampai basah apabila air tidak mencukupi. Penanaman dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 pagi atau sore setelah jam 15.30 untuk menghindari stres karena terik matahari.
Sebelum tanam, media pada bibit disiram sampai basahagar media tidak pecah, pada saat polybag dibuka. Tingkat kelembaban tanah diusahakan tetap optimum. Penyulaman dilakukan sejak hari ke 5 sampai ke 7 setelah penanaman.

Pengairan
Pengairan/penyiraman dapat dilakukan dengan dileb (direndam) sampai mencapai 2/3 bedengan atau disiram dengan menggunakan gembor apabila air tidak mencukupi pengairan/penyiraman.

Sanitasi Kebun
Gulma yang tumbuh disepanjang parit di luar lubang tanam dibersihkan ninimal seminggu sekali,sedangkan peralatan yang digunakan dicuci sampai bersih,kering dan disimpan.

Pemupukan (Susulan)

Jenis

Waktu/Konsentrasi (g/I)

Dosis per tanaman

7 HST

14 HST

21 HST

28 HST

45 HST

NPK

20

40

20

20

200 ml

KNO3

1

200 ml

 

 Pengendalian OPT

OPT

Pestisida ( Bahan Aktif)

1.       Hama

Mengendalikan Hama :

Lalat Buah

Perangkap atraktan ( metal enugenol/protein hidrolisa/selasih)

2.       Penyakit

 

Antraknosa

Azoksisitrobin 250 g/l atau propineb 70 %

Panen

Penentuan Saat Panen :

  1. Net telah terbentuk sempurna,tebal dan merata
  2. Ada retakan pada pangkal tangkai buah
  3. Perubahan warna kulit
  4. Kulit buah terasa halus tidak berbulu
  5. Muncul aroma melon yang khas
  6. Tangkai buah berwarna kuning
  7. Umur buah 25 hari setelah pembungaan (melon daging putih) atau 40 hari setelah pembungaan (melon daging merah)
  8. Daun dan tangkai mulai menguning.

**Joomla! Debug Console**

**Session**

**Profile Information**

**Memory Usage**

**Database Queries**

**Parsing errors in language files**

**Language Files Loaded**

**Untranslated Strings**