PEMILIHAN LOKASI

Pemilihan lokasi dilaksanakan dengan memilih daerah tanam di daerah budidaya sesuai persyaratan tumbuh bawang merah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan dalam proses pertumbuhan dan produksi, serta dapat menghasilkan bawang merah yang optimal standar lokasi budidaya. Standar lokasi persyaratan tumbuh bawnag merah sebagai berikut :

PENENTUAN WAKTU TANAM

Waktu tanam ditentukan berdasarkan perkiraan datangnya musim hujan biasanya September s.d oktober atau pada musim marengan ( setelah tanam padi/jagung saat labuhan) yaitu pada bulan Desember s.d Februari atau tersedianya air irigasi serta berdasar pada kebutuhan.

PENYIAPAN BENIH

Benih yang digunakan adalah benih bermutudari penangkar ynag telah terdaftardi BPSBTPH dan benih tersebut siap tanam ( telah disimpan 2 – 3 bulan) , perompesan 1/3 bagian ujung benih diperlukan jika tunasdalam benih masih 50 – 60% , benih bersih dari kulit yang kering atau kotoran maupun penyakit/hama.

PENYIAPAN LAHAN

Pembersihan lahan adalah membersihkan lahan dari hal – hal yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.Tujuannya adalah diperoleh lahan yang siap diolah dan terbebas dari gangguan fisik (batuan, dll) maupun biologis (gulma atau sisa – sisa tanaman).

Pembuatan bedengan dan pemberian pupuk organic

Membajak tanah sedalam 30 cm beberapa kali sampai tanah menjadi gembur dan dipetak – petak dengan sebelumnya diberi pupuk kandang ( 10 ton/ha)

Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 180 – 200 cm dan panjang menyesuaikan lahan.

Jarak antar bedengan ( got/parit dalam) adalah 50 – 60 cm, kedalaman 30 cm.

Membuat got keliling dengan lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm.

Membuat pematang lahan /galengan

Pengolahan lahan dilakukan 10 – 15 hari sebelum tanam

Pembuatan lubnag tanam dan jarak tanam

Pembuatan larikan dan lubang tanaman dengan menggunakan sosrok yang berkedalaman ¾ umbi tanah.

Jarak antar baris 15 – 20 cm dengan jarak tanam dalam barisan 10 cm.

PENANAMAN

Penanaman dilakukan dengan dibenamkan ¾ bagian benih bawang merah pada lubang tanam yang tersedia dengan mata tunas menghadap ke atas.

Penanaman dilakukan pada sore hari gunanya untuk mengurangi penguapan pada benih yang dirompes.

PEMUPUKAN

Pemupukan harus mengacu pada empat tepat, yaitu tepat dosis, tepat cara, tepat waktu, dan tepat jenis.

Jenis dan takaran pupuk yang digunakan sebagai berikut :

NO

MASUKAN

POTENSI LAHAN

TINGGI

SEDANG

RENDAH

1

UREA

0

25

25

2

SP – 36

0 – 50

50 – 100

100 – 150

3

KCL

0 – 50

50 – 75

75 – 100

4

Inokulum Rhizobium

200 gr

200 GR

200 gr

5

Bahan Organik

Mulsa Jerami

Mulsa Jerami

Mulsa Jerami

6

Pengelolaan Tanah

TOT

TOT

TOT

7

Pengelolaan Air

 

 

 

 

Pupuk dasar diberikan secara sebar merata atau ditugal dimasukan ke dalam kemudian di tutup dengan tanah tipis sebelum tanam pada saat tanah masih lembab, untuk lahan kering/tegal.

Kacang hijau yang ditanam setelah padi sawah biasanya tidak banyak memerlukan pupuk buatan.

Penggunaan pupuk hayati seperti bakteri penambat N ( Rhizobium ) disesuaikan kebutuhan.

PUTK (perangkat uji tanah kering)

Dapat digunakan sebagai salah satu acuan menetapkan takaran pupuk.

Pemberian pupuk organic

Pupuk organic terdiri atas bahan organic sisa tanaman, kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos    (humus) , yang telah mengalami proses pelapukan, berbentuk padat atau cair, abu dapur sangat baik untuk pupuk dan diberikan sebagai penutup lubang tanam. Lahan kering masam perlu menggunakan kapur pertanian  ( dolomit atau kalsit).

PENGAIRAN

Bila tersedia fasilitas pengairan, dapat dilakukan 3 – 4 hari sebelum tanam dan pada periode kritis kacang hijau terhadap ketersediaan air yaitu saat menjelang berbunga (umur 25 hari) dan pengisian polong (45 – 50 hari). Pengairan diberikan melalui saluran antar bedengan.

PENGENDALIAN OPT

Jenis – jenis hama bawang merah :

Ulat daun : hama yang menyerang bawang merah daunnya. Ulat ini biasanya memotong daun bawang merah hingga habis. Cara memberantas hama ini adalah dengan cara memotong dan mencabut daun – daun yang terserang, setelah terlebih dahulu ulat – ulat yang menyerangnya di bunuh dengan cara dibakar.

Ngengat daun bawang merah : ngengat merupakan hama tanaman bawang merah yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman. Ngengat ini biasanya akan merusak bagian yang sebelumnya sudah di serang ulat, sehingga menyebabkan kematian. Pemberantasan hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan racun folidol M, folidol E 650, serta serbuk folidol. Yang hasilnya tentu akan memuaskan.

PANEN DAN PASCA PANEN

Umur tanaman bawang merah siap panen bervariasi antara 60 – 90 hari, tergantung varietasnya.Ciri – ciri tanaman bawang merah siap panen adalah umbi tampak besar dan beberapa daun berwarna kecoklatan.Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari saat cuaca cerah.Keadaan tanah pada saat panen diusahakan kering utuk mencegah terjadinya pembusukan umbi.Panen dilakukan dengan mencabut tanaman secara perlahan.Jika tanah terlalu keras, pencabutan sebaiknya dibantu dengan menggunakan cungkil atau gancu agar umbi bawang merah tidak rusak.

Setelah dipanen, umbi dijemur di atas bedengan bekas tanam. Untuk memudahkan proses penjemuran, bawang merah diikat setiap 3 – 5 kg. daun bawang merah yang sudah diikat direbahkan hingga menutupi umbi. Penjemuran dilakukan dengan posisi umbi di bawah, tertutup daun yang direbahkan. Bawang merah ditutup dengan plastic pada sore hari. Lama penjemuran sekitar 3 – 5 hari, tergantung keadaan cuaca, hingga daun bawang merah benar -benar kering. Bawang merah bisa dipasarkan setelah dibersihkan dan dipotong daun akarnya.

**Joomla! Debug Console**

**Session**

**Profile Information**

**Memory Usage**

**Database Queries**

**Parsing errors in language files**

**Language Files Loaded**

**Untranslated Strings**